PDIP Desak Pemkab Malang Buktikan Perubahan APBD 2026 Bukan Sekadar Koreksi Anggaran

Rabu, 2 September 2026 - 04:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MALANG, Wartapawitra.com — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang meminta Pemerintah Kabupaten Malang menjadikan pembahasan Perubahan APBD 2026 sebagai momentum untuk mengukur kembali efektivitas pembangunan daerah. Perubahan anggaran dinilai harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, bukan berhenti pada penyesuaian angka dalam dokumen keuangan daerah.

Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok, mengatakan perubahan APBD harus ditempatkan sebagai bagian dari evaluasi terhadap perencanaan dan pelaksanaan program pemerintah daerah.

Hal itu disampaikan Zulham saat membacakan pandangan umum Fraksi PDI Perjuangan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Malang, Selasa (1/9/2026), sebagai respons atas Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

“Perubahan APBD harus jadi momentum evaluasi kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Jangan sampai perubahan APBD hanya menjadi ruang pergeseran angka-angka anggaran, sementara persoalan mendasar masyarakat belum terselesaikan,” kata Zulham dalam rapat paripurna pandangan umum fraksi di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Selasa (1/9/2026).

Menurut Fraksi PDIP, setiap perubahan komposisi anggaran perlu memiliki alasan yang terukur serta berkorelasi dengan target pembangunan. Apalagi, kondisi fiskal daerah saat ini menghadapi sejumlah tekanan, termasuk dinamika dana transfer dan pemanfaatan SiLPA Tahun Anggaran 2025 sebagai salah satu sumber pembiayaan.

Karena itu, perubahan APBD dinilai menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk melakukan koreksi terhadap program yang belum berjalan optimal maupun kegiatan yang belum memberikan dampak signifikan.

Fraksi PDIP juga menyoroti narasi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang. Zulham mengingatkan agar capaian pertumbuhan ekonomi tidak semata-mata dilihat dari angka statistik, tetapi harus dapat dirasakan masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan.

“Jangan sampai ekonomi tumbuh dalam angka, tetapi belum tumbuh dalam kehidupan rakyat,” tegasnya.

Bagi Fraksi PDIP, pertumbuhan ekonomi yang berkualitas semestinya terlihat dari kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan hidup, meningkatnya daya beli, terbukanya lapangan pekerjaan serta semakin berkembangnya usaha mikro.

Karena itu, pemerintah daerah didorong mengarahkan belanja daerah kepada program yang mempunyai efek langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Anggaran publik, menurut Fraksi PDIP, harus mampu menciptakan perputaran ekonomi hingga ke tingkat bawah.

Selain aspek pertumbuhan ekonomi, kemandirian fiskal daerah juga menjadi perhatian. Fraksi PDIP meminta Pemkab Malang terus memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga kapasitas pembiayaan pembangunan tidak terlalu bergantung pada dana transfer pemerintah pusat maupun provinsi.

Sorotan lain diarahkan pada penggunaan SiLPA Tahun Anggaran 2025. Fraksi PDIP meminta Pemkab Malang memberikan penjelasan secara terbuka mengenai faktor yang menyebabkan terbentuknya SiLPA tersebut.

Menurut Zulham, DPRD perlu mengetahui apakah sisa anggaran tersebut merupakan hasil efisiensi atau justru menunjukkan adanya persoalan dalam pelaksanaan program dan penyerapan anggaran.

“Apakah SiLPA itu muncul karena efisiensi, atau justru akibat rendahnya daya serap dan pelaksanaan program? Apakah ada pelayanan masyarakat yang tertunda? Setiap rupiah dalam APBD membawa amanat rakyat yang wajib dipertanggungjawabkan,” pungkas Zulham.

Pertanyaan tersebut, kata Fraksi PDIP, penting untuk memastikan tidak terdapat program prioritas yang tertunda akibat lemahnya pelaksanaan anggaran. SiLPA tidak cukup hanya dipandang sebagai angka dalam laporan keuangan, tetapi perlu dilihat dari proses dan alasan mengapa anggaran tersebut tidak terserap.

Fraksi PDIP berharap pembahasan Perubahan APBD 2026 menjadi forum evaluasi yang terbuka antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Malang. Setiap perubahan anggaran harus disertai argumentasi yang jelas, indikator keberhasilan yang terukur serta manfaat konkret bagi masyarakat.

Dengan demikian, perubahan APBD diharapkan tidak hanya mengubah struktur pendapatan dan belanja daerah, tetapi sekaligus memperbaiki kualitas tata kelola anggaran, mempercepat pelaksanaan program dan memastikan uang publik kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan serta pembangunan yang nyata.

Artikel PDIP Desak Pemkab Malang Buktikan Perubahan APBD 2026 Bukan Sekadar Koreksi Anggaran pertama kali tampil pada wartapawitra.com.

​Read More

Berita Terkait

Gempur Narkoba di Sekolah, HMI Malang Gandeng Polres dan BNN Edukasi Siswa SMK Ash Sholihuddin
HPN 2026 Jadi Momentum BRI Malang Sutoyo Menyapa dan Mendengar Nasabah
Bidik Transaksi Digital hingga Payroll, BRI Malang Soekarno Hatta Jajaki Kolaborasi dengan Hiswana Migas
Tak Sekadar Perbankan, BRI Malang Kawi Hadir Lewat Bantuan Renovasi Rumah Ibadah
Sapaan Hangat di Banking Hall BRI Malang Marthadinata, Cara Sederhana Rayakan Hari Pelanggan
Polres Malang Gagalkan Peredaran Sabu 1,1 Kg, HMI Desak Aksi Nyata Bentengi Generasi Muda
Anisah Syakur Tekankan 4 Pilar MPR sebagai Fondasi Kehidupan Berbangsa
Pelantikan BEM-DPM UNU Pasuruan, Gus Muafi Tekankan Mahasiswa Harus Jadi Kontrol Sosial yang Strategis

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:35

Gempur Narkoba di Sekolah, HMI Malang Gandeng Polres dan BNN Edukasi Siswa SMK Ash Sholihuddin

Rabu, 30 September 2026 - 13:35

HPN 2026 Jadi Momentum BRI Malang Sutoyo Menyapa dan Mendengar Nasabah

Rabu, 30 September 2026 - 13:16

Bidik Transaksi Digital hingga Payroll, BRI Malang Soekarno Hatta Jajaki Kolaborasi dengan Hiswana Migas

Rabu, 30 September 2026 - 13:00

Tak Sekadar Perbankan, BRI Malang Kawi Hadir Lewat Bantuan Renovasi Rumah Ibadah

Rabu, 30 September 2026 - 12:44

Sapaan Hangat di Banking Hall BRI Malang Marthadinata, Cara Sederhana Rayakan Hari Pelanggan

Selasa, 29 September 2026 - 09:43

Anisah Syakur Tekankan 4 Pilar MPR sebagai Fondasi Kehidupan Berbangsa

Senin, 28 September 2026 - 09:44

Pelantikan BEM-DPM UNU Pasuruan, Gus Muafi Tekankan Mahasiswa Harus Jadi Kontrol Sosial yang Strategis

Senin, 28 September 2026 - 07:46

Fasilitas Belajar KB Al Naba di Arjowinangun Diperkuat Lewat TJSL BRI

Berita Terbaru